Aditya's Blog

Secangkir Kopi Item

Setelah beberapa hari tidak membuka facebook, ada 3 pesan baru masuk. Satu pesan berupa pesan berantai dari temannya teman (yang isinya tidak begitu jelas, entah kenapa mereka mengirim hal seperti itu) dan 2 pesan yang lain dari satu orang yang sama dan isinya pun sama (mungkin dia mengirim double post). Isi pesan yang cukup singkat dan membuatku termenung sejenak ketika membacanya
“..dan mungkin sudi kau berteman dgn ku dsni. pd tempat yg penuh syarat identitas. ah apalah arti tak saling tegur jika memag tak ada guna. atw apalah arti utk skdr btemu brg sbentar pd scangkir kopitem sore kmudian.”

Tak akan ku balas, walaupun terdapat keinginan untuk itu. Aku hanya mampu menulis jawaban ini di sini, ditempat yang engkau tidak bisa membacanya. Akh kalaupun engkau membacanya, biarlah, ini jawaban dari ku untuk dirimu.

Otak ini hanya dapat berguman, bukan ku tak sudi untuk berteman denganmu di tempat yang penuh syarat identitas ini. Kita sudah berteman pada dunia yang sebenarnya. Kita bukan hanya berteman, kita pun sempat mencicipi indahnya bercinta. Walau hanya sebentar. Seperti halnya secangkir kopi item pada sore hari, begitu nikmatnya kita terbuai akan kehangatan dan keharuman yang disuguhkan pada saat penuh yang membuat  kita mengabaikan kepahitannya atau membuat kita mengubah pahit itu menjadi manis, namun cangkir itu tidak akan selalu penuh. Kehangatan dan keharuman yang kita seruputi sedikit demi sedikit pada akhirnya berubah menjadi dingin dan tidak lagi memberi keharuman. Yang tertinggal hanyalah ampas kopi yang dingin dan pahit. Seperti itulah kisah pertemanan dan percintaan kita. Yang tidak selalu hangat dan harum atau bahkan manis, tetapi juga menjadi dingin dan pahit.

Meskipun dirimu tidak mengharapkan aku untuk menjawab pesan itu. Kau hanya inginkan aku untuk meng-approve dirimu dalam friend list facebook ku. Namun itu tidak akan aku lakukan. Kau tidak bisa memaksaku untuk membuka pintu menyambut kehadiranmu lagi, dalam dunia yang sebenarnya maupun tempat yang kau bilang syarat identitas ini. Karena aku tau, ketika pintu itu terbuka, itu akan membuat kita semakin terluka. Maaf, aku tak sanggup melakukan itu untuk kedua kalinya.

Sekali lagi maaf.

Special for angelo the broken wing.


Posted in Uncategorized

Julie & Julia

“Julie & Julia” film yang baru saja mendorong saya untuk menulis di blog lagi, setelah sekian lama vakum dari blog yang terdahulu. (blog ini sebenernya juga account lama yang coba diaktifkan kembali.. :malu:)

Film ini secara tidak sengaja direkomendasikan oleh si mba pegawai toko dvd langganan saya. “Ini teh, film bagus, pokoknya bisa menginspirasi banget”, ujar si mba dengan penuh semangat mempromosikan kepada saya. “Masa sih mba, ada yang lain ga?” saya membalas, karena kebetulan saat itu saya hanya ingin menonton film action. “Coba dulu deh, pokoknya seru abis, kalo engga, ada tuh film yang satu lagi”, tangkasnya dengan menunjuk film ‘My sister’s keeper’ yang lagi-lagi adalah film drama.

Ketidak semangatan untuk membeli kemudian terkalahkan dengan adanya sedikit rasa penasaran karena promosi si mba, akhirnya terbelilah film ini.

Setelah nonton, ternyata benar, film ini bisa dibilang dapat menginspirasi kepada siapapun khususnya para ladies untuk membuat hidup lebih hidup. Terlebih lagi film ini based on true story from two different life yang diambil dari kehidupan bersahaja seorang Julie Child (Meryl Streep) dan sesosok Julia Powell (Amy Adams).

Bagaimana awalnya Julie yang merupakan istri dari staff kedutaan mengisi hari-harinya supaya tidak bosan selama menemani sang suami berdinas di Paris dengan belajar memasak masakan perancis. Hanya karena She loves eat and butter! Yang membawanya menjadi seorang penulis buku memasak masakan perancis terkenal. Buku itu juga yang  mengubah kehidupan seorang Julia dari seorang pegawai negeri biasa menjadi blogger terkenal yang kemudian menjadi author buku terkenal.

Meskipun dalam film ini dikatakan happy ending dengan kesuksesan yang mereka raih tetapi lika-liku untuk meraih itu tetap ada.

“Hal menarik adalah kehidupan mereka yang penuh cinta yang mampu mendorong untuk menjadi lebih baik. From zero to hero..

NB ga penting: dalam beberapa scene di film ini ada simbol-simbol sesuatu…(bikin males liatnya..)


Posted in Movie
Tags:

Luluh – Maliq & D’essentials

ow haruskan aku pergi
salahkan bila ku disini tak peduli keadaannya

katakan berapa dalam
kau ingin aku masuk di kehidupanmu
o..katakan berapa jauh
kau ingin aku ada dihari-harimu
bagaimana pantasnya
bagaimana

*) oh..haruskan aku pergi
salahkan bila ku disini tak peduli keadaannya
oh.. setiap kau tersenyum
membuatku melupakan dunia nyata
tetap disini

tak pernah semudah itu
aku menanti apa yang kita jalani
meski akhirnya semudah itu
hatiku luluh kembali ke pelukanmu
bagaimana pantasnya
bagaimana

back to *)

apalah yang diharapkan bila tak ada tujuan

mungkin hanya kesenangan yang membuat kita terus bertahan


Posted in Lyrics
Tags:

About author

if you don't inspire, you will expire

Search

Navigation

Categories:

Links:

Archives:

Feeds